Hallo, kembali lagi sama gue, dan ga perlu dong gue perkenalkan dii gue lagi? wkwks
okay, kali ini gue mau posting puisi yang keren banget menurut gue, ya walaupun bukan karya gue sih hahaha, yaudah simak aja dah yok langsung puisi nya. checkidot!
Hari Setelah Hari Itu
Hari setelah hari itu.
aku sendirian, menempuh jarak tersisa yang kau tinggalkan, membenahi luka-luka lepuh di dada kiri yang dulu pernah kau balutkan.
aku marah pada kobaran api takdir yang jadikan aku sunyi mencoreng-moreng wajahmu-wajahku,dulu.
pada cermin yang tergantung di ruang tamu, kulihat, kutatap.
nyatanya aku masih menyimpan rindu.
Hari setelah hari itu.
cinta, perihal yang kubenci.
semakin aku mencintaimu, semakin aku takut kehilanganmu, semakin mencintaiku kau seperti mengintaiku, memburuku dengan kehilangan.
Hari setelah hari itu.
aku menyadari, betapa dalam ringkihnya aku,
aku menemukan bahwa begitu kuatnya aku membendung jutaan kubik air mata di dalam telaga kecil, hatiku.
Hari setelah hari itu.
masihkan kau memberiku kehilangan?
dengan binar yang menyelindap dalam mataku, dengan pendar yang pudar di bibirku, pergilah, biar waktu yang memakamkanmu dalam ingatanku.
- MERENTANG PELUKAN ( Catur Indrawan )
jangan lupa saran dan kritiknya guys, terima kasih
wasalam:)
okay, kali ini gue mau posting puisi yang keren banget menurut gue, ya walaupun bukan karya gue sih hahaha, yaudah simak aja dah yok langsung puisi nya. checkidot!
Hari Setelah Hari Itu
Hari setelah hari itu.
aku sendirian, menempuh jarak tersisa yang kau tinggalkan, membenahi luka-luka lepuh di dada kiri yang dulu pernah kau balutkan.
aku marah pada kobaran api takdir yang jadikan aku sunyi mencoreng-moreng wajahmu-wajahku,dulu.
pada cermin yang tergantung di ruang tamu, kulihat, kutatap.
nyatanya aku masih menyimpan rindu.
Hari setelah hari itu.
cinta, perihal yang kubenci.
semakin aku mencintaimu, semakin aku takut kehilanganmu, semakin mencintaiku kau seperti mengintaiku, memburuku dengan kehilangan.
Hari setelah hari itu.
aku menyadari, betapa dalam ringkihnya aku,
aku menemukan bahwa begitu kuatnya aku membendung jutaan kubik air mata di dalam telaga kecil, hatiku.
Hari setelah hari itu.
masihkan kau memberiku kehilangan?
dengan binar yang menyelindap dalam mataku, dengan pendar yang pudar di bibirku, pergilah, biar waktu yang memakamkanmu dalam ingatanku.
- MERENTANG PELUKAN ( Catur Indrawan )
jangan lupa saran dan kritiknya guys, terima kasih
wasalam:)
Komentar
Posting Komentar